Beranda
Peringkat
Tanya Jawab
Artikel
Video
Toko
Panen
Survey
Informasi SMS
Informasi Cuaca
Informasi Harga
Informasi Pupuk
Masuk
Ubah Bahasa

Trichoderma sp: Melawan Jamur dengan Jamur

Penyakit yang disebabkan jamur pada tanaman pertanian terkadang sangat sulit untuk dikendalikan. Infeksi yang disebabkan jamur bisa berakibat fatal. Ketika satu tanaman sudah terjangkit jamur, biasanya akan cepat tertular ke tanaman lain, terlebih jika cuacanya mendukung.

Ketika sejumlah tanaman sudah terkena serangan jamur, maka yang harus dilakukan adalah mencabut tanaman hingga ke akar-akarnya lalu dibakar. Kemudian tanah tidak boleh ditanami dalam beberapa lama.

Tersebutlah Trichoderma sp., satu jenis jamur yang diketahui dapat membunuh jamur lain. Cara kerjanya mudah, spora trichoderma dapat menempel pada badan jamur lain lalu membentuk hifa (benang spora) yang akan mengikat dan menggulung jamur lain hingga jamur tersebut mati.

Beberapa jenis jamur patogen yang dapat dihambat perkembangbiakannya oleh Trichoderma sp antara lain Rigdiforus lignosus (penyakit jamur akar putih), Fusarium oxysporum (penyakit busuk batang fusarium), Rizoctonia solani (penyakit busuk pelepah pada jagung), Fusarium monilifome (penyakit layu fusarium), dan penyakit busuk batang dari jamur Sclerotium rolfsii serta cendawan Sclerotium rilfisil.

Jamur fusarium sampai saat ini belum bisa dikendalikan secara efektif dengan bahan aktif fungisida apapun, namun dengan menggunakan agens hayati Trichoderma perkembangbiakan dan penyebarannya dapat dihambat. Penggunaan Trichoderma sp merupakan salah satu upaya untuk menghindari pencemaran lingkungan oleh fungisida kimia.


Saat ini sudah banyak produk yang dijual berisi jamur Trichoderma sp. Dengan harga Rp 100.000-Rp 200.000 per botol. Namun sebagai petani yang cerdas, alangkah jauh lebih baik jika kita membuat sendiri jamur Trichoderma sp. di rumah. Cara ini tentu bisa mengurangi biaya produksi.

Berikut adalah cara membuat jamur trichocerma sendiri.

Bahan/alat :

- Nasi yang sudah bermalam: 1-2 muk/takar
- Bambu (dibelah 2 bagian): 1 ruas
- Tali plastik/karet secukupnya

Cara:

- Bagian dalam bambu dibersihkan, Belahan bambu dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas kiri dan kanan
- Kemudian isi satu bagian/belahan bambu dengan nasi yang sudah dibiarkan semalam.
- Satukan belahan bambu tersebut dan ikat dengan tali plastik sampai rapat
- Kubur di hutan atau di bawah pokon bambu atau di tanah yang subur/humus sedalam 10-20 cm, tutup kembali dengan tanah dan bertanda untuk memudahkan pengambilan.
- Biarkan selama 5-7, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan trichoderma.

Apabila masih belum terlihat jamur berbentuk kapas, maka perlu diulangi kembali caranya dengan mencari tempat lain untuk mengubur bambu berisi nasi tersebut. Setelah didapatkan jamur trichoderma, maka langkah yang selanjutnya adalah memperbanyak jamur trichoderma. Berikut cara sederhananya:

Cara 1

Bahan :

- dedak: 10 kg
- gula pasir: 20 sdm
- air: secukupnya (3 l)
- biakan Trichoderma: 1 ruas bambu

Cara :

- Dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dari berbagai jamur/bakteri.
- Larutkan gula dalam air matang
- BiakanTrichoderma dikeluarkan dari bambu dan dicampurkan dengan dedak
- Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa)
- Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
- Biarkan selama 3-7 hari


Cara 2

Bahan:

1. Jamur induk Trichoderma (F0) satu ruas bambu
2. Beras (sesuaikan dengan keinginan)
3. Air putih yang sudah direbus
4. Alcohol 70% (untuk pensterilan alat-alat)

Peralatan :

1. Plastik bening
2. Kompor Gas
3. Panci
4. Sendok
5. Wadah / nampan
6. Lilin

Cara buat :

1. Beras dimasak menjadi 1/3 masak (selama 10 menit)
2. Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
3. Setelah itu masukan beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastik bening. Setiap plastik diisi dg beras 10 sendok makan.
4. Kemudian beras yang telah selesai di masukkan ke dalam plastik dilakukan proses pengukusan kembali selama 10 menit.
5. Selanjutnya dinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar-benar dingin.
6. Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
7. Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
8. Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur trichoderma
9. Setiap 1 kantong plastik yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
10. Kocokkan agar jamur trichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kita kukuskan tadi.
11. Kemudian setelah itu streples ujung plastik yang terbuka agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dsb masuk ke dalam plastik tersebut.


12. Simpan selama 14 hari.
13. Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi warna hijau yang merata.
14. Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan.


Catatan:

Sebaiknya dilakukan di dalam kamar/ruangan yg steril agar jamur/bakteri tidak menyebar.

Penggunaan biofungisida Trichoderma sp memang tidak memperlihatkan dampak manfaatnya secara langsung seperti fungisida kimia. Dengan penggunaan rutin secara berkala biofungisida Trichoderma sp akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia.

Pada lahan pertanaman yang sudah terkena jamur yang cukup parah, sebaiknya ditabur trichoderma terlebih dahulu sebelum dilakukan pertanaman kembali. Hal ini akan mencegah tumbuhnya jamur penyakit yang bisa menggagalkan hasil panen berikutnya.


Referensi:

http://infotani.net/cara-mendapatkan-jamur-trichod...

http://mitalom.com/cara-membuat-biofungisida-trich...

https://petanihematbiaya.blogspot.co.id/2016/12/ca...

Kategori
                       

Fajri
21 Aug 2017
mantap
atho'
21 Aug 2017
joos
Fajri
22 Aug 2017
saya pernah buat tapi pake jagung
Fajri
22 Aug 2017
fo nya dari labor saya beli .media pda
Fajri
22 Aug 2017
kalau yang ini brp dosisnya per tanaman
Defi Andriyani
22 Aug 2017
iyaa Pak.. sama kaya Pak Fajri.. saya juga pernah nyoba pake jagung.
Fajri
22 Aug 2017
iya..hasil dr dikembangbiak dg jagung trus saya simpan di ppk kandang. nanti baru di aplikasi ke lubang tanam
Fajri
22 Aug 2017
buk defi sudah cb ke tanaman apa
Defi Andriyani
22 Aug 2017
baru bawang merah Pak Fajri
Fajri
22 Aug 2017
buk defi daerah mn? gmn bagus bawangnya?
Nur Annisa
23 Aug 2017
luar biasa
ari
24 Aug 2017
yes
Emrizal
25 Aug 2017
nyimak
Yasin
26 Aug 2017
makasih LISA..? bisa bertahan berapa lamakah jamur biakan tricoderma nya...?
Ade Sugotro
27 Aug 2017
trim's ilmu y. lisa
Yasin, dengan kondisi tanah yang sehat (terdapat banyak unsur hara dan mikroorganisme lain) trichoderma akan bertahan lama di tanah, yang lama-kelamaan akan tertanam di tanah. Namun untuk aplikasi awal, sebaiknya setiap sebelum penanaman tanah ditaburi trichoderma terlebih dahulu. Juga disarankan untuk pakai pupuk dan pestisida organik.
Yasin
29 Aug 2017
siip makasih...
Marzuki
08 Sep 2017
jos gandos
Dody Kastono
14 Feb 2018
Mantabs ... cara pengendalian nabati yang ramah lingkungan, semoga petani paham dan menindaklanjutinya dengan baik.
Dody Kastono
14 Feb 2018
Artikel menarik dan bermanfaat membantu petani mengatasi permasalahan khususnya di musim hujan.
cakyo
09 Jul 2020
apakah utk sistiem hidroponik perlu jg menggunakan trichoderma & cara penggunaan bgmn?
Defi Andriyani
09 Jul 2020
sejauh ini kalo hidroponik tidak cocok pak menggunakan Trichoderma karna jamur ini adalah jamur tular tanah dan bisa diperbanyak sendiri di tanah nantinya
cakyo
10 Jul 2020
ngoten nggih,,maturnuwun pencerahannya bu defi
Defi Andriyani
10 Jul 2020
sami sami pak Cakyo,
Silahkan login untuk memberikan komentar atau SMS dengan mengetik PETANI(spasi)*60312(spasi)(KOMENTAR) kirim ke 2000 (telkomsel, xl dan indosat) atau ke 081802002580 (operator lain)