Beranda
Peringkat
Tanya Jawab
Artikel
Video
Toko
Panen
Survey
Informasi SMS
Informasi Cuaca
Informasi Harga
Informasi Pupuk
Masuk
Ubah Bahasa

Satu Lagi Jamur Bermanfaat Bernama Mikoriza

Beberapa petani mungkin pernah mendengar jamur bernama mikoriza, tapi sebagian besar petani bahkan tidak tahu-menahu soal jamur bermanfaat satu ini.

Selama ini jamur dikenal sebagai musuh petani. Jamur merupakan salah satu faktor penyebab banyak petani mengalami gagal panen. Mulai dari menyebabkan busuk buah, busuk batang, bercak daun hingga busuk akar. Penyakit-penyakit seperti ini banyak disebabkan oleh jamur.

Namun jamur mikoriza berperan berbeda. Bukannya merugikan, jamur mikoriza justru membantu petani. Mikoriza merupakan hubungan simbiosis mutualisme antara tanaman dengan jamur.

Mikoriza berperan dalam peningkatan pertumbuhan tanaman, yaitu dengan bertambahnya kemampuan akar dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Selain itu mikoriza juga berperan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen akar dan tahan terhadap kondisi cekaman tertentu,khususnya kekeringan.

Klasifikasi mikoriza dibagi menjadi dua golongan, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza.

Endomikoriza

Endomikoriza menginfeksi bagian dalam akar, di dalam dan di antara sel-sel ujung akar. Hifa jamur masuk ke dalam sel atau mengisi ruang-ruang antarsel. Jenis mikoriza ini banyak ditemukan pada tumbuhan semusim yang merupakan komoditi pertanian penting, seperti kacang-kacangan, padi, jagung, beberapa jenis sayuran dan tanaman hias.

Endomikoriza penting untuk beberapa jenis tanaman kacang-kacangan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar. Bintil akar dapat bersimbiotis dengan bakteri Rhizobium sehingga mempercepat fiksasi nitrogen.

Ektomikoriza

Ektomikoriza menginfeksi permukaan luar tanaman dan di antara sel-sel ujung akar. Akibat serangannya, terlihat jalinan miselia berwarna putih pada bagian rambut-rambut akar, dikenal sebagai jala Hartig.

Infeksi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk akar. Akar-akar memendek, membengkak, bercabang, dan dapat membentuk pigmen warna. Tumbuhan inangnya biasanya tumbuhan tahunan atau pohon.

Beberapa di antaranya merupakan komoditi kehutanan dan pertanian seperti sengon, jati, serta beberapa tanaman buah seperti mangga, rambutan, dan jeruk. Selain itu pohon-pohon anggota Betulaceae, Fagaceae, dan Pinaceae juga menjadi inangnya. Pada umumnya ektomikoriza termasuk dalam filum Basidiomycota dan Ascomycota. Ada sedikit anggota Zygomycota yang juga menjadi cendawan ektomikoriza.

Dengan adanya ektomikoriza, akar tumbuhan tidak begitu memerlukan bulu akar. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat memperoleh air dan unsur-unsur hara dari tanah dalam jumlah yang lebih banyak.

Peranan mikoriza bagi tanaman di antaranya:

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman. Seorang peneliti mengatakan bahwa apabila tanaman tahunan tertentu diberikan mikoriza, maka tanaman tersebut dapat tumbuh 6-15 kali lebih besar ketika berumur 2 tahun.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit akar atau pun tanah serta serangan nematoda akar. Hal ini disebabkan karena mikoriza dapat menghasilkan minyak atsiri yang bersifat racun. Selain itu, mikoriza juga dapat mengambil persediaan makanan bagi jamur penyakit tersebut.
  • Meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara penting yang terdapat dalam tanah, seperti unsur N, P, K, Ca, Cu, Mn, dan Mg. Hal ini disebabkan karena akar tanaman dibantu oleh miselium jamur mikoriza eksternal dengan memperluas permukaan penyerapan akar. Kerjasama simbiosis mutualisme yang terjadi antara tanaman dan mikoriza dilakukan oleh tanaman dengan memberikan sisa karbohidrat dan gula yang tidak terpakai kepada mikoriza yang kemudian ditukar oleh unsur-unsur tersebut.
  • Memacu produksi ZPT (Zat Perangsang Tubuh) pada akar yang menyebabkan tanaman dapat tumbuh subur dan tidak mudah stres ketika mendapat perlakuan lingkungan yang berbeda.
  • Meningkatkan aerasi dalam tanah. Hal tersebut berhubungan dengan kemampuan mikoriza dalam memperbaiki agregat tanah, sehingga struktur tanah dapat diperbaiki.
  • Memacu perkembangan mikroba saprofit non patogenik (mikroba bermanfaat) di sekitar perakaran sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan subur.

Mikoriza memiliki tumbuhan inang hingga 97% jenis tanaman di dunia. Bahkan beberapa tanaman tidak akan tumbuh atau terhambat pertumbuhannya tanpa adanya mikoriza di akarnya. Misalnya, semaian pinus biasanya gagal tumbuh setelah pemindahan apabila tidak terbentuk jaringan mikoriza di sekitar akarnya.

Hanya sedikit kelompok tumbuhan yang tidak menjadi simbion, seperti dari Brassicaceae (Kubis-kubisan seperti kubis, sawi, caisim, brokoli, kembang kol, lobak, dan lain-lain), Commelinaceae, Juncaceae, Proteaceae, Capparaceae, Cyperaceae, Polygonaceae, Resedaceae, Urticaceae, dan Caryophyllales.

Pemanfaatan jamur mikoriza bisa sangat membantu petani dalam ketersediaan unsur hara dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Pengembangbiakan jamur mikoriza bisa dijadikan pilihan solutif bagi para petani, terutama petani yang beralih dari pertanian konvesional ke pertanian organik.


Referensi:

http://budisma.net/2014/10/pengertian-mikoriza.html

http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/1117-mikoriza-dan-manfaatnya-pada-tanaman

https://id.wikipedia.org/wiki/Mikoriza

Kategori
               

Defi Andriyani
Petani · Kabupaten Sragen
mantaap.. sangat suka sama artikel yang satu ini.. menambah wawasan saya. terimakasih Lisaa
04 Oct 2017
Nurodin
Petani · Kabupaten Magelang
sangat bagus artikelnya.tq
04 Oct 2017
akhmad yani
Petani · Kabupaten Indramayu
bagaimana mendapatkan mikoriza tersebut?
04 Oct 2017
Edi
Petani · Kabupaten Tasikmalaya
gimana ngatasinya,?
04 Oct 2017
mz addani 212
Pedagang · Kabupaten Magelang
apakah jamur ini bagus untuk tanaman pepaya?
04 Oct 2017
Tedi dahyana
Petani · Kabupaten Ciamis
Cara mengembangbiakannya gimana LISA..?.
04 Oct 2017
Yasin
Petani · Kabupaten Grobogan
sip
04 Oct 2017
Djunaedi
Penyuluh · Kabupaten Garut
@Tedi Dahyana, bisa lihat link berikut pak https://indonesiabertanam.com/2014/06/25/cara-membuat-jamur-micoriza/
04 Oct 2017
Tedi dahyana
Petani · Kabupaten Ciamis
oh.. gitu ya...! terima kasih pa Edi, saya baru tau...! Salam Tani..!
04 Oct 2017
Hasanudin
Petani · Kabupaten Magelang
mikoriza.....i like that....biasanya pelaku organik butuh mikoriza....setahun yg lalu pernah nyoba pengadaan isolat dr alam tp pas kemarau ga nemu. rencana beralih praktek pengadaan nitrobakter yg bs berfungsi u pertanian n perikanan
04 Oct 2017
Dwi budi muliyanto
Mahasiswa · Kota Salatiga
info yag menarik
05 Oct 2017
Defi Andriyani
Petani · Kabupaten Sragen
Lisa ada artikel untuk cara membudidayakan mikoriza tidak?
05 Oct 2017
Nur Annisa
Petani · Kota Magelang
min izin share yah
05 Oct 2017
Iwan setiawan yogasara
Petani · Kabupaten Garut
luar biasa goood
05 Oct 2017
mz addani 212
Pedagang · Kabupaten Magelang
mikoriza dari bekas jagung
05 Oct 2017
Sudaryo
Petani · Kabupaten Subang
Info bagus sering2 kirim artikel nyayahhh..
05 Oct 2017
Faishalhusna A. H.
Petani · Kabupaten Magelang
nice
05 Oct 2017
mz addani 212
Pedagang · Kabupaten Magelang
ice
05 Oct 2017
Saryanto
Petani · Kabupaten Magelang
bisa diinformasikan cara memperbanyak mikoriza? akan sangat bermanfaat bila ada
06 Oct 2017
Defi Andriyani
Petani · Kabupaten Sragen
Pak Saryanto, artikel ttg cara memperbanyak mikoriza sudah ada Pak, bisa di cek di menu artikelnya
06 Oct 2017
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Mantabs artikelnya ... mikoriza akan sangat bermanfaat terutama untuk lahan marjinal, sehingga tanamannya bisa lebih produktif.
21 Jan 2018
akhmad yani
Petani · Kabupaten Indramayu
di indramayu lagi dikembangkan dan di uji cobakan pada padi, kegiatannya disebut sri2, yg berlokasi cikedung
27 Jan 2018
Defi Andriyani
Petani · Kabupaten Magelang
iya Pak mikoriza cocok juga untuk cabai.. terlebih jenis padi gogo
27 Jan 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Akrivitas mikoriza bisa didukung dengan pemberian pupuk organik, sehingga populasi dan kerja aktifnya bisa lebih nyata dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman.
27 Jan 2018
Defi Andriyani
Petani · Kabupaten Magelang
*maksud saya padi, bukan cabai hehe
27 Jan 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Di cabaipun juga bisa bermanfaat Bu, yang penting cara aplikasi dan kondisi media tumbuhnya optimal bagi mikoriza.
27 Jan 2018
Silahkan login untuk memberikan komentar