Beranda
Peringkat
Tanya Jawab
Artikel
Video
Toko
Panen
Survey
Informasi SMS
Informasi Cuaca
Informasi Harga
Informasi Pupuk
Masuk
Ubah Bahasa

Ralstonia solanacearum, Penyebab Layu Bakteri pada Tanaman

Ralstonia solanacearum yang dulunya dikenal dengan nama Pseudomonas solanacearum merupakan bakteri patogen tular tanah yang menyebabkan layu pada berbagai jenis tanaman budi daya.

Berdasarkan kisaran inangnya, R. solanacearum dikelompokkan menjadi 5 ras. Ras 1 menyerang tanaman tembakau, tomat dan famili solanaceae lainnya, ras 2 menyerang tanaman pisang, ras 3 menyerang tanaman kentang, ras 4 menyerang tanaman jahe, dan ras 5 menyerang tanaman mulberry.

R. solanacearum berkembang baik pada lingkungan yang bersuhu 30-35oC dan berkelembaban tinggi. Patogen ini dapat menyebar melalui tanah dan dapat bertahan hidup pada tanah serta sisa sisa tanaman dalam waktu yang lama.

R. solanacearum menginfeksi inangnya melalui akar sejak dilakukan pindah tanam. Selain itu bakteri ini juga bisa menginfeksi tanaman melalui luka yang terdapat pada tanaman yang disebabkan oleh nematoda, siput dan serangga hama lainnya.

Gejala Serangan

Gejala awal yang ditunjukkan oleh serangan bakteri ini adalah layu pada daun tanaman. Daun-daun muda akan layu hingga ke ujung percabangan pada waktu cuaca panas, kemudian akan terlihat segar pada malam hari ketika cuaca sedang dingin.

Serangan parahnya adalah seluruh bagian tanaman akan layu dengan cepat dan mengering dengan warna tanaman tetap hijau.

Gejala lainnya adalah daun menguning dan tiba-tiba tanaman mati. Gejala ini bisa muncul pada tanaman muda ataupun tanaman yang sudah berbuah.

Sementara yang terjadi pada bagian cabang dan batang adalah muncul warna coklat gelap pada pembuluh dan empulurnya. Ketika batang atau cabang dibelah akan nampak lebih jelas perubahan warnanya.

Untuk identifikasi panyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, bisa diketahui dengan memotong batang tanaman yang terinfeksi dan menekan penampang batangnya. Adanya eksudat bakteri berupa cairan yang berwarna putih susu dan berbau khas yang keluar dari permukaan potongan batang menandakan tanaman sudah terserang layu bakteri.

Selain itu, potongan batang juga dapat dimasukkan ke dalam air di dalam gelas transparan. Adanya aliran eksudat bakteri yang keluar dari penampang melintang batang juga menandakan tanaman sudah terinfeksi layu bakteri.

Eksudat ini dapat digunakan untuk membedakan penyakit layu bakteri dengan layu Fusarium.

Pengendalian

Pengendalian penyakit layu bakteri oleh R. solanacearum dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan:

  • Mengusahakan agar lahan tetap bersih dari gulma dan memiliki sistem drainase yang baik
  • Mengusahakan agar tanh tidak terlalu lembab dan tidak menampung air dalam waktu yang lama Meningkatkan pH tanah dengan penambahan kapur dan memperbanyak asupan hara mikro kalsium pada tanaman

  • Menghindari mengocor NPK maupun pupuk kimia lain langsung pada akar tanaman. Pengocoran pupuk kimia akan menyebabkan luka pada akar tanaman
  • Menggunakan pupuk kandang yang telah masak. Pupuk kandang yang belum masak dapat memacu perkembangan bakteri ini memalui kenaikan suhu tanah yang disebabkan oleh proses fermentasi pupuk organik.
  • Penanaman kultivar tanaman yang tahan terhadap penyakit layu bakteri
  • Rotasi lahan dengan tanaman yang bukan merupakan inang penyebaran bakteri seperti jagung atau kedelai.

  • Penggunaan agensia hayati jamur Trichoderma sp. untuk pencegahan
  • Pengendalian secara kimiawi dengan bakterisida yang berbahan aktif Dazomet, Streptomycine sulfat, Asam Oksolinik, Kasugamycine Hidrokloridadan Oksitetrasiklin.


Referensi:

unsurtani.com

anzdoc.com

academia.edu

hortikultura.pertanian.go.id

Kategori
                       

Tetani
Petani · Kabupaten Sukabumi
apakah dapat menyerang tanaman pisang juga pak
24 May 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Bisa Pak.
24 May 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Sedikit koreksi LISA: untuk pengendalian layu bakteri lebih tepat menggunakan PGPR bukan Trichoderma sp.
24 May 2018
Panampi Nastiti
Pedagang · Kabupaten Bantul
Terima kasih pak doddy untuk koreksi dan solusinya. ☺☺☺
24 May 2018
Muhammad ilham
Petani · Kabupaten Enrekang
PGPR itu ap pak dody.
24 May 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Plant Growth Promoting Rhizobacteria termasuk agensia hayati untuk menekan dan mengendalikan bakteri.
25 May 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Silakan buka file mengenai PGPR: Cara Aplikasi PGPR pada Tanaman Budi Daya http://8villages.com/full/petani/article/id/5af428b18551f67826fd1fc2
25 May 2018
Ariyanto
Petani · Kota Bontang
apakah pokak/ cepokak tahan terhadap layu bakteri, kalau tahan saya mau sambung sama tomat
25 May 2018
debigon
Petani · Kabupaten Solok
motanya pak dodi pgpr itu apasih contoh produk yang pake pgpr
25 May 2018
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Kalau mau baca mengenai PGPR: manfaat dan pembuatannya bisa buka file berikut ini, sangat bermanfaat: http://petanitop.blogspot.com/2016/01/teknologi-pembuatan-dan-aplikasi.html
26 May 2018
Hasan
Petani · Kabupaten Magelang
mantabs Pak Dody
26 May 2018
Muhammad ilham
Petani · Kabupaten Enrekang
sangat amat membantu,mantap pak dody.
26 May 2018
ROY HASAN (085330206885)
Petani · Kabupaten Situbondo
nyimak boss
07 Jun 2018
Ridwan
Petani · Kabupaten Wonosobo
muantaaaaap,malasih pak Dody
10 Jun 2018
zayadi
Petani · Kabupaten Blora
mantapol
01 Jul 2018
Nur Annisa
Petani · Kabupaten Magelang
sippp
01 Jul 2018
Ridwan
Petani · Kabupaten Wonosobo
ijin share
02 Jul 2018
Anton Hermadi, SP
Penyuluh · Kabupaten Banyuasin
mantap info ini
03 Feb 2020
Anton Hermadi, SP
Penyuluh · Kabupaten Banyuasin
bermanfaat untuk tanaman
03 Feb 2020
Anton Hermadi, SP
Penyuluh · Kabupaten Banyuasin
semoga kita semua rajin membaca menambah ilmu
03 Feb 2020
Silahkan login untuk memberikan komentar