Beranda
Peringkat
Tanya Jawab
Artikel
Video
Toko
Panen
Survey
Informasi SMS
Informasi Cuaca
Informasi Harga
Informasi Pupuk
Masuk
Ubah Bahasa

Dampak Penggunaan Pupuk Urea yang Berlebihan

Pupuk merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam dunia pertanian yang berfungsi untuk membantu menyuburkan tanaman budi daya. Ada banyak jenis pupuk yang sering digunakan oleh petani, misalnya saja kompos dan pupuk urea.

Berbicara tentang pupuk urea, bagi para petani, pupuk urea bisa diibaratkan sebagai 'nasinya' tanaman, sedangkan SP dan KCl ataupun NPK hanya sebagai 'lauknya'. Lebih ironis lagi ada petani yang menganggap bahwa yang namanya pupuk itu hanya urea.

Pupuk urea sering kali disalahartikan sebagai satu-satunya pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Petani beranggapan bahwa tanaman yang sehat adalah tanaman yang memiliki daun hijau berlebihan, sehingga mereka akan berlomba-lomba menggunakan pupuk urea dengan porsi yang banyak.

Padahal, sebenarnya tidaklah demikian. Penggunaan urea dalam jumlah yang berlebihan justru akan menyebabkan tanaman mudah layu dan membangun konsentrasi garam beracun dalam tanah, sehingga terjadi ketidakseimbangan kimia tanah dan dapat mengubah pH alami tanah.

Di lain sisi, penggunaan pupuk urea secara berlebihan juga akan menimbulkan berbagai masalah lain seperti;

  • Mengakibatkan pemborosan biaya usaha tani
  • Menjadikan ketergantungan petani terhadap pupuk urea
  • Jika pemupukan urea terlalu banyak akan menjadikan tanaman sukulen sehingga tanaman akan menjadi mudah terserang hama maupun penyakit
  • Merusak kesuburan tanah. Jika urea diberikan ke tanah akan mengakibatkan tanah menjadi masam, dan tanah yang masam akan mengakibatkan penyerapan unsur hara tertentu menjadi terhambat
  • Mengancam kelangsungan hidup mikroorganisme yang berada dalam tanah

Pupuk urea memang memberikan nutrisi ke tanaman dengan lebih cepat, akan tetapi menurut penelitian yang sudah dilakukan, 30-40 persen urea yang diaplikasikan petani seringkali terbuang percuma karena penguapan akibat terik matahari dan/atau akibat hanyut karena hujan. Karena itu, sebaiknya urea diaplikasikan pada sore hari dan hindari juga aplikasi urea saat cuaca mendung ataupun hujan.

Selain itu, petani juga dihimbau untuk mengimbangi pemakaian pupuk urea dengan pupuk lain seperti pupuk organik serta pupuk majemuk (NPK). Dengan keseimbangan pemakaian pupuk tentu orientasinya bukan hanya saat proses pertumbuhan namun juga untuk produksi yang bagus karena seluruh kebutuhan tanaman terpenuhi.

Cara lain yang bisa digunakan untuk menghindari keracunan urea pada tanaman adalah dengan mengaplikasikan pupuk kandang pada 10 hari sebelum aplikasi urea. Pupuk kandang ini dapat menetralisir sifat negatif dari urea.

Melihat dampak negatif dari penggunaan pupuk urea tersebut, sebenarnya sudah banyak petani yang mulai melirik tentang penggunaan pupuk organik yang jelas-jelas dapat diandalkan untuk jangka panjang.

Oleh karena itu, mari kita galakkan dan manfaatkan bahan organik yang berada di lingkungan sekitar kita untuk disulap menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman. Sehingga ke depannya, kita tidak perlu lagi mencemaskan dengan kelangkaan pupuk kimia dan tidak bingung jika pupuk urea mahal karena kita telah bisa membuat pupuk sendiri.

Lalu, bagaimana dengan cara pemupukan yang sudah Anda lakukan? Apakah sudah sesuai dengan anjuran penggunaan?


Referensi:

perkebunan.info

gerbangpertanian.com

biotrent.co.id

jitunews.com

Kategori
               

Yasin
Petani · Kabupaten Grobogan
apakah hasilnya sama dengan dikasih urea murni tanpa sentuhan pupuk kandang...?
09 Jan 2019
Mustofa
Penyuluh · Kabupaten Magelang
terimakasih informasinya.siip
09 Jan 2019
Agus priyanto
Petani · Kabupaten Gunung Kidul
info yg berguna sekali,tp sayang pola kebiasaan petani yg kurang bijaksana,pinginnya serba cepat,mudah,Ndak repot,sudah menjadi tugas kita sbg petani yg "PLUS"bantu sadarkan pr petani tuk kurangi pemakaian pu2k kimia,tks slm tani
09 Jan 2019
Suparna
Petani · Kabupaten Gunung Kidul
bagus bermanfaat sekali....
09 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
the best Lisa... ini sangat bermanfaat bagi petani.. benar sekali.. petani seringkali puas ketika melihat tanamannya terlalu hijau... padahal bisa jadi itu karena efek urea yg berlebihan.. semoga dgn ini kita sbg petani lebih berhati hati lagi dlam menggunakan pupuk
09 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
mantaap banget lisa,kebetulan lahanku lg habis tanam umur 17 hst,mt3 kemaren aku praktek sestem pemupukan berimbang hasilnya memuaskan,sekarang pun tak coba lgi,trims lisa infonya ,maju petani bersama lisa
09 Jan 2019
Herri marwanto
Petani · Kabupaten Gunung Kidul
ilmu baru
09 Jan 2019
Ahmad Yani DaliMunthe
Petani · Kabupaten Tapanuli Selatan
lalu bagaimana cara menghitung kebutuhan pupuk dalam sebuah lahan ?
09 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
mungkin pak ahmad bisa buka artikel tentang csra pemupukan padi berimbang ,atau cari digoogle juga bisa pak ,semua ada tinggal pilih cara yg mana
09 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
mantaaap pak Sumanto... bisa jadi percontohan bagi petani lain nih... pak Ahmad.. pemupukan juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan.. jadi beda lahan juga bisa jadi beda dosis pemupukannya
09 Jan 2019
Nur Annisa
Petani · Kabupaten Magelang
sipp bgt
09 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Semoga petani bisa lebih memahaminya dan lebih cerdas dalam mengelola usaha taninya.
09 Jan 2019
Fitri
Penyuluh · Kabupaten Blora
mantabbb
09 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
betul p dodi&b defi,perlu perjuangan untuk bisa maju,karena csra petani didaerah sy teryata masih jauh tertinggal ,pemberian pupuk yg banyak belum bsa mendapatkan hasil yg maksimal malah merugikan petani
09 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Iya Pak, psrlu ada yang mempelopori untuk memberi contoh langsung pada usaha taninya tanpa banyak bicara, harapannya petani lain dapat melihat langsung buktinya. Apabila percontohan berjalan baik dan sukses, nanti pasti banyak petani yang penasaran dan ingin bertanya, saat itulah menjadi kesempatan baik untuk memberikan penjelasan bagi petani lainnya. Hal ini butuh komitmen dan konsistensi yang kuat.
09 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
sebetulnya sebagian ada yg tau pak tpi dak mau mencoba,coba sekali trs berhenti gak mau pakai lgi
09 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
mau tanya p dodi?takaran msg kalau pakai sendok makan kira2 per tangki butuh berapa sendok ya,bila kelebihan apa dampaknya pada tanaman padi
09 Jan 2019
Akhmad chamdani
Petani · Kabupaten Temanggung
nyimak sambil belajar.
09 Jan 2019
Ronaldo Arief DP
Pedagang · Kabupaten Sukoharjo
😊 Like This [email protected], benar2 hidup nuansanya
10 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
bener pak Ronald, setidaknya Lisa tahu keluhan petani dan bisa membantu membukan jalan penyelesaian masalahnyaa
10 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
@ Pak Sumanto: Yang dimaksud takaran untuk apa Pak? Apakah pupuk Urea?
10 Jan 2019
Ronaldo Arief DP
Pedagang · Kabupaten Sukoharjo
iya mbak *Def sangat2 infomatif, bisa juga untuk belajar diwaktu rehat 😊
10 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
maaf pak dodi ini nyimpang dri tema artikel,maksudnya takarran msg(ajinomoto ,miwon dll)kalau pakai sendok makan untuk 1tangki semprot,pengin praktek mumpung usia tanaman padi masih muda baru 19 hst
10 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Sekitar 1-2 gram untuk 1 gelas (300 cc) air. Jadi sekitar 5-6 gram micin per liter. Setelah tercampur maka larutan micin ini dikocorkan pada perakaran tanaman dengan dosis 50-100 cc per tanaman (disesuaikan dengan ukuran dan usia tanaman). Interval pengkocoran adalah 7 hari sekali dan sebaiknya tidak dilakukan bersama pupuk kimia lain agar anda bisa melihat hasilnya.
12 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Larutan micin juga bisa disemprotkan dengan konsentrasi 1 gr/300 cc lalu disemprotkan ke daun sekitar 5 hari sekali. Daun akan nampak lebih hijau terang dan lebar. Setelah tanaman tampak subur maka penggunaan pupuk micin ini bisa dihentikan dan diberi pupuk kompos saja (terutama untuk tanaman hias).
12 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
siiip .....trima kasih p dodi,mau sy praktekan dimt 1 semoga berhasil
15 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
siio pak Sumanto.. ditunggu kabar baiknya heheheh
15 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
siiip .....trima kasih p dodi,mau sy praktekan dimt 1 semoga berhasil
15 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
ya b defi,tambah semangat untuk mencoba
15 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
iyaa pak Sumanto.. kami sangat mendukung petani petani yang aktif berkrenovaa
15 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
masih sebatas padi b,pengin coba cabe masih dlm rencana soale lahan blm siap
15 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Yang penting tetap semangat Pak untuk selalu berKRENOVA demi kemajuan petani Indonesia.
15 Jan 2019
sumanto
Petani · Kabupaten Sragen
ya pak trima kasih,pgn ktmu psk dodi kpn nggih ada waktu?
15 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Siiiaappp Pak ...
15 Jan 2019
Sulistyono
Petani · Kabupaten Demak
kok ada micin segala.. ikut nyimak pak kastono
15 Jan 2019
Dody Kastono
Dosen · Kabupaten Sleman
Silakan Pak.
15 Jan 2019
ABQA
Petani · Kabupaten Luwu Utara
aplikasi pupuk hayati Sinar Bio juga bagus untuk tanaman padi
16 Jan 2019
ABQA
Petani · Kabupaten Luwu Utara
bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia
16 Jan 2019
Amat Maftuh
Petani · Kabupaten Purworejo
Di t4ku petani sudah mulai mnerapkan pemupukan berimbang, tapi utk penggunaan pupuk organik masih rendah, butuh penyuluhan dg sabar n berkelanjutan.
17 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
iyaa pak Amat... perlahan tapi pasti lebih bagus InsyaAllah hasilnya.. yang penting tetap semangat dan mau belajar dan mencoba
17 Jan 2019
Anies
Petani · Kabupaten Purworejo
artikel yang bagus sekali, memang seharusnya petani mulai kembali ke pupuk organik. karena pupuk organik mudah didapat di sekitar kita, dan lebih baik untuk kesuburan tanah .
18 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
sepakat sekali Bu Anies, go organik !
18 Jan 2019
Djamaludin
Petani · Kabupaten Magelang
mohon maaf saya tertinggal jauh ini soalnya musim olah lahan di kelompok kami
28 Jan 2019
Djamaludin
Petani · Kabupaten Magelang
maklum operator traktor
28 Jan 2019
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
gak ada kata tertinggal kok pak Djamaludin. manteep nihh sibuk menjalankan traktor hehehe
28 Jan 2019
Haris
Petani · Kabupaten Karawang
asalammualaikum maap saya mau tanya kalau pupuk mkp di campur dengan urea bisa ga pak/ibu dan berapah dosisnya perhektar
13 Feb 2019
Haris
Petani · Kabupaten Karawang
asalamualaikum salam kenal semua saya mau tanya kalau pupuk mkp pak tani dicampur pupuk urea boleh tidak dan kalau boleh berapah dosis perhektar
13 Feb 2019
yudi sahono
Petani · Kabupaten Lampung Tengah
cara untuk mengatasi tanaman yg kelebihan pupuk urea bagaimn ya...trmksh
21 Oct 2020
Defi Andriyani
Penyuluh · Kabupaten Magelang
paling tidak disiram dengan air bersih pak, ohh iya kemaren memupuknya dengan dikocor atau ditabur yaa pak?
22 Oct 2020
yudi sahono
Petani · Kabupaten Lampung Tengah
ditabur dngn urea,,selang 2 hri saya kocor pupuk mutiara + KCL Ibu devi...stlh 5 hari ada yg layu 1 DUA biji gk semua... nah pertanyaan saya...untuk menyelamatkan yg masih sehat harus gmna ya bu...trmksh🙏🙏
22 Oct 2020
Silahkan login untuk memberikan komentar